*๐Ÿ—ฃ️Bacalah Bismillah* ู…ِู†ْ ุฃَุณْู‡َู„ِ ุงู„ุทُّุฑُู‚ِ ู„ِุชَุฑْุจِูŠَุฉِ ุงู„ْุฃَุจْู†َุงุกِ : *๐Ÿ“CARA SEDERHANA MENDIDIK ANAK* 1. ุงَู„ْุฃَุจُ ุงู„َّุฐِูŠْ ูŠُุบْู„ِู‚ُ ุงู„ุชِّู„ْูَุงุฒَ ุนِู†ْุฏَู…َุง ูŠَุณْู…َุนُ ุงู„ْุขุฐَุงู†َ ، ูˆَูŠَุฐْู‡َุจُ ู„ِู„ุตَّู„َุงุฉِ ، ุณَูŠَุฌْุนَู„ُ ุฃَูˆْู„َุงุฏَู‡ُ ูŠُุญَุงูِุธُูˆْู†َ ุนَู„َู‰ ุงู„ุตَّู„َุงุฉِ ู…ِุซْู„َ ุฃَุจِูŠْู‡ِู…ْ . 1. Ayah yang mematikan televisi ketika mendengar suara adzan kemudian ia pergi untuk shalat, kelak anak-anaknya akan menjadi orang-orang yang menjaga shalat seperti Ayah mereka. 2. ุงَู„ْุฃَุจُ ุงู„َّุฐِูŠْ ูŠَู‚ُูˆْู„ُ ุนِู†ْุฏَ ุฏُุฎُูˆِู„ِู‡ِ ุงู„ْุจَูŠْุชَ : (ุงู„ุณَّู„َุงู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ) ، ูˆَูŠَุทْุฑُู‚ُ ุงู„ْุจَุงุจَ ، ูˆَูŠَุจْุชَุณِู…ُ ู„ِุฒَูˆْุฌَุชِู‡ِ ูˆَุฃَูˆْู„َุงุฏِู‡ِ ؛ ุณَูŠُุนَู„ِّู…ُ ุฃَูˆْู„َุงุฏَู‡ُ ุงู„ْุงِุณْุชْุฆْุฐَุงู†َ ، ูˆَุฅِู„ْู‚َุงุกَ ุงู„ุณَّู„َุงู…ِ ، ูˆَุงู„ْุงِุจْุชِุณَุงู…َุฉَ . 2. Ayah yang biasa mengucapkan salam saat hendak masuk rumah, “Assalamu ‘alaikum”, mengetuk pintu, dan senyum pada istri dan anak-anaknya. Maka mereka akan belajar tentang adab meminta izin, mengucapkan salam, dan tersenyum (ketika hendak masuk ke rumah sendiri atau rumah orang lain). 3. ุงَู„ْุฃَุจُ ุงู„َّุฐِูŠْ ูŠَุญْุชَุฑِู…ُ ุฃَุจَุงู‡ُ ، ูˆَุฃُู…َّู‡ُ ، ูˆَูŠُู‚َุจِّู„ُ ุฃَูŠْุฏِูŠَู‡ُู…َุง ، ุณَูŠُู‚َุจِّู„ُ ูŠَุฏَุงูƒَ ุฃَูŠْุถًุง ุฃَูˆْู„َุงุฏُูƒَ ูِูŠ ูŠَูˆْู…ٍ ู…َุง ، ูˆَูŠُุทِูŠْุนُูˆْู†َูƒَ . 3. Ayah yang menghormati kakek dan nenek (dari anaknya) dan mencium tangan keduanya, maka anak-anakmu juga akan mencium tanganmu dan menaatimu. 4. ุงَู„ْุฃَุจُ ุงู„َّุฐِูŠْ ูŠُุณَุงุนِุฏُ ุฒَูˆْุฌَุชَู‡ُ ูِูŠ ุฃَุนْู…َุงู„ِ ุงู„ْู…َู†ْุฒِู„ِ ، ุณَูŠَุชَุนَู„َّู…ُ ู…ِู†ْู‡ُ ุฃَูˆْู„َุงุฏُู‡ُ ุงู„ุชَّุนَุงูˆُู†َ ูˆَู…ُุณَุงุนَุฏَุฉَ ุงْู„ุขุฎَุฑِูŠْู†َ . 4. Ayah yang biasa membantu pekerjaan rumah istrinya, niscaya anak akan belajar tentang pentingnya tolong-menolong dan membantu orang lain. 5. ุงَู„ْุฃُู…ُّ ุงู„ْู…ُุญَุฌَّุจَุฉُ ، ูˆَุงู„ْู…ُุญَุงูِุธَุฉُ ุนَู„َู‰ ุงู„ุตَّู„َุงุฉِ ، ูˆَู‚ِุฑَุงุกَุฉِ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ ุงู„ْูƒَุฑِูŠْู…ِ ูِูŠ ุงู„ْุจَูŠْุชِ ، ุณَุชَุฌْุนَู„ُ ุจِู†ْุชَู‡َุง ู…ُุญَุฌَّุจَุฉً ู…ُุญَุงูِุธَุฉً ุนَู„َู‰ ุงู„ุตَّู„َุงุฉِ ูˆَู‚ِุฑَุงุกَุฉِ ุงู„ْู‚ُุฑْุขู†ِ . 5. Ibu yang selalu berhijab, menjaga shalat, dan membaca Al-Quran di rumah, niscaya putrinya akan selalu berhijab, menjaga shalat, dan membaca Al-Quran. https://chat.whatsapp.com/HuLVhwPv6MpGbSkziKdJRn 6. ุงَู„ْุฃَุจُ ูˆَุงู„ْุฃُู…ُّ ุงู„ْู…ُุชَّูِู‚َุงู†ِ ุงู„ْู…ُุชَูَุงู‡ِู…َุงู†ِ ูِูŠْู…َุง ุจَูŠْู†َู‡ُู…َุง ، ุฎَุงุตَّุฉً ุฃَู…َุงู…َ ุงู„ْุฃَูˆْู„َุงุฏِ ، ูˆَู„َุง ูŠَุชَุดَุงุฌَุฑَุงู†ِ ، ูˆَู„َุง ูŠَุฑْูَุนَุงู†ِ ุฃَุตْูˆَุงุชَู‡ُู…َุง ، ุณَูŠَุฌْุนَู„َุงู†ِ ุฃَูˆْู„َุงุฏَู‡ُู…َุง ูŠُุญِุจُّูˆْู†َ ุงู„ْุจَูŠْุชَ ، ูˆَู…ُุชَุขู„ِูِูŠْู†ِ ู…ُุชَุญَุงุจِّูŠْู†َ ، ูˆَุฃَูƒْุซَุฑُ ุชَู…َุงุณُูƒًุง ، ูˆَุฃَูƒْุซَุฑُ ุชَูَุงู‡ُู…ًุง . 6. Ayah dan Ibu yang selaras dan saling memahami antara keduanya terutama di depan anak-anak. Tidak saling berselisih dan tidak juga meninggikan suara. Maka hal itu akan membuat anak-anak cinta rumah, saling menyayangi, dan saling mencintai, serta lebih kokoh dan lebih saling memahami saat bersikap. 7. ุงَู„ْุฃَุจُ ุงู„َّุฐِูŠْ ูŠَุตِู„ُ ุฑَุญِู…َู‡ُ ، ูˆَูŠُุญْุณِู†ُ ุฅِู„َูŠْู‡ِู…ْ ، ูˆَูŠُุญِุจُّู‡ُู…ْ ، ุณَูŠَุชَุนَู„َّู…ُ ู…ِู†ْู‡ُ ุฃَูˆْู„َุงุฏُู‡ُ ุตِู„َุฉَ ุงู„ุฑَّุญِู…ِ ، ูˆَุงู„ْุจِุฑَّ ، ูˆَุงู„ْุฅِุญْุณَุงู†ِ . 7. Ayah yang suka bersilaturrahim dan berbuat baik kepada keluarganya serta mencintai mereka. Maka anak-anak akan belajar pentingnya silaturrahim, berbakti, dan berbuat baik kepada orang lain. 8. ุงَู„ْุฃَุจُ ุงู„َّุฐِูŠْ ูŠَุฃْุฎُุฐُ ุฑَุฃْูŠَ ุฒَูˆْุฌَุชِู‡ِ ، ูˆَุฃَูˆْู„َุงุฏِู‡ِ ، ูِูŠ ุจَุนْุถِ ุงู„ْุฃُู…ُูˆْุฑِ ، ูˆَูŠَุชَู†َุงู‚َุดُ ู…َุนَู‡ُู…ْ ، ูˆَูŠَุญْุชَุฑِู…ُ ุฑَุฃْูŠَู‡ُู…ْ ، ุณَูŠَุชَุนَู„َّู…ُ ุฃَูˆْู„َุงุฏُู‡ُ ุงู„ْู…ُุดَุงุฑَูƒَุฉَ ูˆَุงู„ْุฅِูŠْุฌَุงุจِูŠَّุฉَ . 8. Ayah yang mau mengambil pendapat istri dan anak-anaknya dalam beberapa urusan, berdiskusi bersama mereka, dan menghormati pendapat mereka. Maka anak-anak akan belajar cara berdiskusi, berbagi pendapat dan hal positif lainnya (seperti menghormati pendapat orang lain). 9. ุงَู„ْุฃَุจُ ุงู„ุตَّุงุฏِู‚ُ ู…َุนَ ุฃَูˆْู„َุงุฏِู‡ِ ุณَูŠُุนَู„ِّู…ُู‡ُู…ُ ุงู„ุตِّุฏْู‚َ ، ูˆَุงู„ْุฃَุจُ ุงู„َّุฐِูŠ ูŠَูِูŠ ุจِูˆُุนُูˆْุฏِู‡ِ ู…َุนَู‡ُู…ْ ุณَูŠُุนَู„ِّู…ُู‡ُู…ُ ุงู„ْูˆَูَุงุกِ ุจِุงู„ْูˆُุนُูˆْุฏِ ู…َุนَ ุงู„ู†َّุงุณِ . 9. Ayah yang jujur pada anak-anaknya, maka mereka akan belajar kejujuran. Ayah yang menepati janji pada anak-anaknya, maka mereka akan belajar menepati janji pada semua orang. 10. ุงَู„ْุฃَุจُ ูˆَุงู„ْุฃُู…ُّ ุงู„ْู…ُุญَุงูِุธَูŠْู†ِ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุธَุงูَุฉِ ، ูˆَุงู„ู†ِّุธَุงู…ِ ، ูˆَุงู„ุชَّุฑْุชِูŠْุจِ ، ุณَูŠَุฌْุนَู„ُูˆْู†َ ุฃَูˆْู„َุงุฏَู‡ُู…ْ ู…ُู†َุธِّู…ِูŠْู†َ ูِูŠ ุญَูŠَุงุชِู‡ِู…ْ ู…ُุญَุงูِุธِูŠْู†َ ุนَู„َู‰ ุบُุฑَูِ ู†َูˆْู…ِู‡ِู…ْ . 10. Ayah dan Ibu yang selalu menjaga kebersihan, kedisiplinan, dan ketertiban di rumah, niscaya anak-anak akan menjadi orang-orang yang disiplin dalam hidup mereka yang selalu menjaga kebersihan tempat tidur mereka. ู…َู„ْุญُูˆْุธَุฉٌ ู‡َุงู…َّุฉٌ ุฌِุฏًّุง : CATATAN PENTING: ู„َุง ุชَุทْู„ُุจُูˆْุง ู…ِู†ْ ุฃَูˆْู„َุงุฏِูƒُู…ْ ุดَูŠْุฆًุง ูˆَุฃَู†ْุชُู…ْ ู„َุง ุชَูْุนَู„ُูˆْู‡ُ ، ูˆَู„َุง ุชَู†ْู‡َูˆْู‡ُู…ْ ุนَู†ْ ุดَูŠْุกٍ ูˆَุฃَู†ْุชُู…ْ ุชَูْุนَู„ُูˆْู‡ُ ، ูَู„َุง ุชَุฃْู…ُุฑُ ุงุจْู†َูƒَ ุจِุงู„ุตَّู„َุงุฉِ ู…َุซَู„ًุง ูˆَุฃَู†ْุชَ ู„َุง ุชُุตَู„ِّูŠ ، ุฃَูˆْ ุชَุฃْู…ُุฑُู‡ُู…ْ ุจِุนَุฏَู…ِ ุงู„ุชَّุฏْุฎِูŠْู†ِ ูˆَุฃَู†ْุชَ ุชُุฏَุฎِّู†ُ ุฃَู…َุงู…َู‡ُู…ْ ، ูˆَู„َุง ุชَุฃْู…ُุฑِูŠ ุงุจْู†َุชَูƒَ ุจِุงู„ْุญَูŠَุงุกِ ูˆَุฃَู†ْุชِ ูŠُุฎَุงู„ِูُ ูِุนْู„ُูƒِ ู‚َูˆْู„َูƒِ . Jangan anda menuntut sesuatu dari anak-anakmu yang anda sendiri tidak melakukannya. Jangan anda melarang mereka dari sesuatu yang anda sendiri melakukannya. Misalnya, Jangan anda menyuruh anakmu untuk shalat sedangkan anda tidak shalat, atau menyuruh mereka untuk tidak merokok sedangkan anda merokok di depan mereka. Janganlah anda menyuruh putrimu untuk bersikap malu sedangkan perbuatanmu sendiri menyelisihi ucapanmu. ุงَู„ุชَّุฑْุจِูŠَุฉُ ุจِุงู„ْู‚ُุฏْูˆَุฉِ ุฃَุณْู‡َู„ُ ุงู„ุทُّุฑُู‚ِ ุงู„ْู…ُุจَุงุดَุฑَุฉِ ูِูŠ ุชَุฑْุจِูŠَุฉِ ุงู„ْุฃَูˆْู„َุงุฏِ . *MENDIDIK DENGAN KETELADANAN MERUPAKAN CARA TERMUDAH DALAM MENDIDIK ANAK-ANAK* #Kuttab Al-Fatih Surabaya #ImanAmalSholih #Cinta&PerSaudaraan #PebisnisPemburuSurga #JurusSehatRuqyahDanHerbal #HalalTanggungJawabBersama

Komentar

Postingan populer dari blog ini

*Ngaji Matn Aby Syuja' (Matn al Ghoyah wa at Taqrib) Udlhiyyah 6-Terakhir* ู‚ุงู„ ุงู„ู…ุคู„ู ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ูˆู„ุง ูŠุฃูƒู„ ุงู„ู…ุถุญู‰ ุดูŠุฆุงً ู…ู† ุงู„ุฃุถุญูŠุฉ ุงู„ู…ู†ุฐูˆุฑุฉ ูˆูŠุฃูƒู„ ู…ู† ุงู„ุฃุถุญูŠุฉ ุงู„ู…ุชุทูˆِุน ุจู‡ุง ูˆู„ุง ูŠุจูŠุนُ ู…ู† ุงู„ุฃุถุญูŠุฉ ูˆูŠุทุนู… ุงู„ูู‚ุฑุงุก ูˆุงู„ู…ุณุงูƒูŠู† "Orang yang berqurban tidak boleh memakan sedikitpun dari hewan qurban yang dinadzarkan, dan boleh memakan dari hewan qurban yang disunnahkan, tidak boleh menjual bagian dari hewan qurban dan memberikan makan pada orang-orang fakir dan miskin". *Penjelasan* ๐Ÿ’– Selanjutnya al Muallif menjelaskan tentang distribusi daging qurban. 1️⃣ Apabila hewan qurbannya dinadzarkan maka haram bagi orang yang berqurban dan orang yang wajib dia beri nafkah untuk memakan dagingnya, meski hanya sedikit. 2️⃣ Untuk qurban sunnah, diperbolehkan bagi orang yang berqurban untuk memakannya. ๐Ÿ‘‰ Bahkan disunnahkan untuk memakan sebagian dari daging qurban tersebut untuk mengikuti sunnah Nabi. ๐Ÿ’– Diharamkan bagi seseorang menjual sesuatu dari hewan qurbannya, baik qurban yang dinadzarkan ataupun tidak dinadzarkan. ๐Ÿ‘‰ Termasuk yang tidak boleh dijual adalah kulitnya. ๐Ÿ‘‰ Boleh bagi orang yang berqurban memanfaatkan kulit hewan qurban yang tidak dinadzarkan. Namun yang lebih utama dia menshodaqohkannya dan tidak boleh menjualnya. ๐Ÿ‘‰ Tidak boleh memberikannya sebagai upah orang yang menyembelihnya, karena Nabi melarang para sahabat untuk memberi sesuatu dari qurbannya sebagai upah pada orang yang menyembelih. ๐Ÿ‘‰ Upah orang yang menyembelih diambil dari orang yang berqurban. ๐Ÿ‘‰ Daging qurban disyaratkan dalam pembagiannya berupa daging yang masih mentah, berbeda dengan ‘Aqiqah. ๐Ÿ‘‰ Jika qurban adalah qurban sunnah (tathawwu’), maka daging qurban dapat di bagi tiga bagian yaitu: 1⃣ 1/3 dari daging qurban tersebut adalah untuk orang yang berqurban, namun yang lebih utama bagi orang yang berqurban adalah mensedekahkan semuanya kecuali beberapa suap untuk ber-tabarruk dengan daging qurban. 2⃣1/3 dari daging qurban untuk dihadiahkan kepada kaum muslimin yang kaya dalam bentuk ith’am (pemberian makan) bukan tamlik (memberikan hak kepemilikan) ๐Ÿ‘‰ Sehingga bagi si kaya tersebut tidak diperbolehkan untuk menjual atau menghibahkannya. Berbeda dengan faqir miskin, yang pemberiannya berbentuk tamlik sehingga boleh baginya menjual atau yang lainnya. 3⃣1/3 dari daging qurban disimpan dan di sedekahkan kepada fuqara` dan masakin dari kaum muslimin. ๐Ÿ‘‰ Pembagian daging qurban sunnah terdapat tiga cara yang utama dengan urutan seperti berikut: 1⃣Lebih utama orang yang berqurban mengambil sesuap untuk dimakan, dan seluruh sisa dagingnya disedekahkan. 2⃣ Orang yang berqurban mengambil satu pertiga daripada jumlah daging, satu pertiga lagi disedekahkan kepada fakir miskin dan satu pertiga lagi dihadiahkan kepada orang yang mampu. ๐Ÿ‘‰ Apabila daging dimasak dan dipanggilkan orang-orang faqir maka itu tidak mencukupi. ๐Ÿ‘‰ Apabila orang fakir diberi selain daging misalnya diberi kulit, sama sekali tidak diberi daging maka itu tidak mencukupi. ๐Ÿ‘‰ Orang fakir yang bisa menerima daging qurban adalah orang fakir yang muslim. ๐Ÿ‘‰ Tidak boleh seseorang berqurban untuk orang lain tanpa dengan izin orang lain tersebut. ูˆุงู„ู„ู‡ ุงุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ

*IJAZAH AGAR CERDAS, KUAT, INGATAN, MUDAH MENGHAFAL* (Ijazah dari Beliau yang asli hanya surah Al a'la) Kadang suatu ilmu sudah nempel dibenak kita,atau seorang anak susah menghafal, sebentar-sebentar lupa.maka selain di berbagi giat belajar, #AlHabib Ali Al-Habsyi Shohibul Maulid (simthudduror) mengajarkan: Yaitu meletakkan tangan kanan diatas kepala setiap kali selesai sholat sambil membaca ayat Al A'la (sabbihisma) dari awal dan ketika sampai pada ayat: "SANUQRIUKA FALA TANSAA" (Diulang 7 kali dan lanjut hingga selesai surah) Maka insyaallah akan memiliki kemampuan mudah menyerap ilmu, gampang menghafal dan kita atau anak kita menjadi cerdas. AAMIIN YA ALLAH YA ROBBAL'ALAMIIN

*PADA SATU TITIK* Oleh: LACING-POGAG_ Pada satu waktu, kami berkumpul bersama ustaz Nafis, guru ngaji kami. Di awal pembicaraan ada kebiasaan yang saya ingat. Beliau selalu menyampaikan doa agar kita dan keluarga dijaga kesehatannya, dilapangkan rezekinya, serta dikuatkan dalam setiap melewati ujian kehidupan . Ustaz saya mengawali cerita dengan membawakan ilustrasi sederhana, namun sangat mengena di hati kami. Apa itu? Beliau mengatakan waktu di majelis itu sebuah kalimat yang membuat saya cukup sangat merenung. Suatu saat pada satu titik, apa yang harta yang sudah susah payah kita kumpulkan hingga hari ini tidak akan kita bawa setelah kita tiada bahkan tak bisa dititipkan. Anak istri yang kita cintai akan kita tinggalkan. Sahabat yang kini sering berkumpul dengan kita, secara bertahap akan segera melupakan. Tinggal satu yang kita bawa. Itulah amal kebaikan. Bisa berupa amal jariah, doa anak sholeh atau ilmu yang bermanfaat yang telah kita sebarkan. Pertanyaannya, sejauh mana dan sebanyak apa amal kebaikan itu sudah kita persiapkan? Sungguh kesempatan beramal itu hanya saat ini. Saat kita masih di dunia. Saat malaikat maut belum mendatangi kita. Maka beruntunglah seseorang yang meninggal dikala sedang beribadah. Di kala dia sedang mengerjakan amal-amal saleh secara berlimpah. Jika maut tidak pernah kita temukan jadwal kedatangannya. Sudah selayaknya kita mempersiapkan setiap saat . Melakukan perintah, meninggalkan maksiat. Total ibadah tanpa syarat. Tanpa mengeluarkan alasan tapi ataupun nanti. Maka, tak layak bagi kita. Masih bersantai ria dalam hura-hura dan panjang angan-angan. Seolah umur masih panjang, hingga masih enjoy sibuk dengan segala aneka kesenangan yang memperdayakan. Semoga Allah jadikan sisa umur kita mampu meninggalkan banyak amal kebaikan. Hingga Allah ridho dan izinkan kita memasuki surgaNya sebagai balasan. Dari setiap amal kebaikan yang sudah kita tunaikan. Sembari membaca tulisan di atas, mari meresapi untaian lirik lagu saudara Opick dengan judul *“Bila Waktu Tlah Berakhir”* Bagaimana kau merasa bangga Akan dunia yang sementara? Bagaimanakah bila semua Hilang dan pergi meninggalkan dirimu? Bagaimanakah bila saatnya Waktu terhenti tak kau sadari? Masihkah ada jalan bagimu Untuk kembali mengulang ke masa lalu? Dunia dipenuhi dengan hiasan Semua dan segala yang ada Akan kembali pada-Nya Bila waktu telah memanggil Teman sejati hanyalah amal Bila waktu telah terhenti Teman sejati tinggallah sepi...