DAN TAHUKAH KAMU APA ITU HARI ARAFAH?. Oleh: Hamba Allah Besok, In Sya Allah, Hari Arafah.. Hari impian impian besar.. Hari rahmat Allah yang menyeluruh.. Hari do'a do'a dikabulkan.. Hari pembagian hadiah hadiah Ilahiyah termahal.. Hari terbaik yang terbit padanya matahari.. Dalam hadits sahih Nabi -Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam- bersabda: "Sebaik baik do'a ialah do'a pada hari Arafah. Sebaik baik dzikir yang aku baca dan dibaca oleh seluruh Nabi ialah: "LA ILAHA ILLALLAH, WAHDAHU LA SYARIKA LAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU, WA HUWA 'ALA KULLI SYAY IN QADIR". HR. At-Tirmidzi. Dalam hadits sahih yang lain, Nabi -Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam- bersabda: "Tak ada hari, di mana Allah membebaskan para hambaNya dari api neraka, dalam jumlah yang lebih banyak dari yang dibebaskan dari api neraka pada hari Arafah. Sesungguhnya Allah (pada hari itu) mendekat dan membanggakan para hambaNya di depan para malaikat, lalu Allah berfirman: "Apa yang mereka inginkan?. Saksikanlah wahai para malaikatKu, sesungguhnya AKU telah mengampuni mereka". HR. Muslim "Shaum pada hari Arafah, menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang". HR. Muslim Kalau Nabi kita -Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam- pada saat beliau wuquf di Arafah, beliau berdo'a dalam waktu yang sangat panjang sekali, sejak masuk waktu zhuhur sampai terbenam matahari -sekitar enam jam beliau berdo'a- tanpa diselingi dengan da'wah atau urusan yang lain, padahal Allah telah melindungi beliau dari dosa dan telah mengampuni kekhilafan beliau. Tidakkah semestinya kita juga mengoptimalkan do'a kita pada hari yang hanya sehari dalam setahun ini, paling tidak sejak zhuhur sampai Maghrib, atau minimal dari Ashar sampai Maghrib. Kita berdo'a yang lama. Berdo'a yang panjang. Sambil mengangkat kedua tangan menghadap kiblat!. Kita punya banyak dosa.. Kita banyak kali lalai.. Kita banyak kali melampaui batas.. Kita punya banyak kemalasan.. Kita banyak kali berdusta.. Kita banyak berbuat kedurhakaan.. Kita punya banyak kebutuhan.. Kita mengalami banyak problem.. Kita menghadapi banyak kesulitan.. Kita menjalani banyak penderitaan.. Alangkah pentingnya kita mengoptimalkan do'a do'a kebaikan pada enam jam yang diberkahi ini untuk diri kita, untuk keluarga, masyarakat dan umat Islam pada umumnya, terutama permohonan hidayah, istiqamah, perlindungan, penjagaan, keselamatan, kemenangan. Demi Allah, sekiranya kita benar benar meyakini bagaimana do'a pada waktu waktu mustajab ini menjauhkan keburukan, mendatangkan kebaikan, niscaya pasti kita berlomba dalam mengisi setiap menit dari enam jam yang termulia ini. Sungguh banyak dari kalangan umat Islam yang kita sebut sebagai orang orang shalih yang "biasa biasa saja", tapi iman mereka tinggi, akhlak mereka mulia, itu karena taufiq dari Allah kepada mereka; dan berkah dari do'a do'a mereka yang terus menerus. Sebaliknya, banyak orang dinilai sebagai orang cerdas, cendikiawan, berpendidikan tinggi, orang kaya, termasuk kelompok elit, tapi mereka tidak mencapai tingkatan yang tinggi dalam iman dan taqwa, karena kelalaian mereka terhadap Allah dan kemalasan mereka berdo'a. Hari Arafah.. Kemuliaannya sangat besar dan sangat tinggi.. Waktunya sangat singkat.. Setiap detiknya lebih mahal dari emas, perak, intan, berlian, permata, yang termahal.. Marilah kita membuka pintu hati kita.. Marilah kita bersiap untuk sungguh sungguh merendah kepada Allah.. Marilah kita bersiap untuk mengoptimalkan sangkaan baik kepada Allah.. Marilah kita mewaspadai sikap tergesa gesa dalam berdo'a.. Yakinlah bahwa Allah pasti menurunkan kasih sayangNya, kemudahanNya, solusiNya, yang pasti membahagiakan kita.. Mari kita persiapkan rencana do'a kita yang panjang.. Rencana curhat kita yang lama kepada Allah.. Tentang kebutuhan kita secara rinci.. Kesusahan kita secara detail.. Impian impian dan cita cita besar kita semuanya.. Persiapkan semua itu untuk kita sampaikan kepada Allah dalam munajat khusyu' yang panjang dan lama.. Berusahalah untuk menghayati rasa butuh sedalam dalamnya kepada Allah.. Berusahalah untuk menangis sambil mengadu dan meminta kepada Allah, semua yang kita inginkan.. Marilah kita menghayati bahwa do'a adalah ibadah yang mulia, sangat disenangi oleh Allah, setiap saat, setiap keadaan. Ingatlah untuk mendo'akan kedua orang tua kita.. rumah tangga kita.. kerabat kita.. keluarga besar kita.. semua umat Islam.. yang hidup maupun yang sudah wafat.. Setiap muslim dan muslimah di seluruh dunia, pada hari Arafah, sangat butuh kepada do'a dari hati yang jujur.. Semoga Allah senantiasa menambahkan hidayahNya, tuntunannya, kemudahanNya, kasih sayangNya kepada kita semua dan kepada semua orang yang kita cintai karena Allah. Aamiin. (Bersama kita sebarkan setiap nasehat dengan niat untuk mendapatkan pahala yang tak terputus)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

. --- SYAIR IMAM SYAFI'I --- وَرِزْقُكَ لَيْسَ يُنْقِصُهُ التَأَنِّي* وليسَ يزيدُ في الرزقِ العناءُ وَلاَ حُزْنٌ يَدُومُ وَلاَ سُرورٌ*ولاَ بؤسٌ عَلَيْكَ وَلاَ رَخَاءُ إذَا مَا كُنْتَ ذَا قَلْبٍ قَنُوْعٍ* فَأَنْتَ وَمَالِكُ الدُّنْيَا سَوَاءُ "Rezekimu tidaklah berkurang lantaran gerak lambat. Tidak pula bertambah lantaran banting tulang. Tak ada kesedihan dan kebahagiaan yang kekal. Demikian pula sengsara dan lapang. Jika engkau memiliki hati qanaah, engkau setara dengan raja dunia.” Kerelaan menerima adalah kuncinya. Semua rezeki makhluk sudah dikadar oleh Allah ta’ala. Jangankan manusia yang memiliki keistimewaan dibandingkan makhluk lainnya, binatang dan tumbuhan pun selalu dicukupi-Nya. Padahal mereka tak punya lumbung makanan, tak punya simpanan rezeki, atau kepastian pada esok hari. Mereka hanya menjalani hidup dengan kerelaan. Demikianlah yang seharusnya dilakukan manusia; qana'ah menerima setelah berusaha. Tak perlu resah-gelisah, karena hal itu justru akan menjadikan jiwa kita semakin tak menentu. Sekali lagi, bersikaplah qana'ah, karena ia menjadikan kita tenteram dalam menjalani kehidupan. Qana'ah menjadikan pikiran jernih dalam menyikapi permasalahan. Qana'ah pula yang menjadikan kita dipenuhi dengan perasaan lapang. *Rela menerima pemberian Allah dan berserah diri kepada-Nya, niscaya derajat kita akan setara dengan raja dunia. Bahkan lebih baik di sisi-Nya.* __kitab: ihya'ulumiddin.

*ADA DELAPAN JENIS REZEKI DARI ALLAH* *1.Rezeki Yang Telah Dijamin.* ‎وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ "Tidak ada satu makhluk melatapun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya." (Surah Hud : 6). *2. Rezeki Karena Usaha.* ‎وَأَن لَّيْسَ لِلْإِنسَانِ إِلَّا مَا سَعَى "Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya." (Surah An-Najm : 39). *3. Rezeki Karena Bersyukur.* ‎لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ "Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu." (Surah Ibrahim : 7). *4. Rezeki Tak Terduga.* ‎وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا( ) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ "Barangsiapa yang bertakwa kepada ALLAH nescaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya." (Surah At-Thalaq : 2-3). *5. Rezeki Karena Istighfar.* ‎فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ( ) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا "Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.” (Surah Nuh : 10-11). *6. Rezeki Karena Menikah.* ‎وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ "Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka ALLAH akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya." (Surah An-Nur : 32). *7. Rezeki Karena Anak.* ‎وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ "Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu.” (Surah Al-Israa' : 31). *8. Rezeki Karena Sedekah* ‎مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً “Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada ALLAH, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka ALLAH akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.” (Surah Al-Baqarah : 245). #Semoga_Bermanfaat

*MAKAN BARENG SATU PIRING OBAT 'AIN DAN HASAD YANG SANGAT MANJUR* Santri Dulu_kala... Dan jama' tabligh sekarang ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, طَعَامُ الاِثْنَيْنِ كَافِى الثَّلاَثَةِ ، وَطَعَامُ الثَّلاَثَةِ كَافِى الأَرْبَعَةِ “Makanan untuk dua orang cukup untuk tiga dan makanan tiga orang cukup untuk empat orang.” (HR. Bukhari dan Muslim). Makan bareng adalah sunnah yang dilupakan (سنة المنسية). Dengan makan bareng kita akan saling memakan bekas kita masing-masing dan apabila diantara kita telah terkena 'ain atau hasad oleh teman kita makan itu, maka dengan makan bareng itu insyaAllah kita akan sembuh. Disamping untuk keberkahan diatas masih banyak lagi keberkahan lain diantaranya(Makan) terpisah *1.* Dapat merampas berkah dan (makan) berjamaah itu dapat mendatangkan rasa kenyang dan berkah. *2.* Menyebut nama Allah ta'ala ketika makan itu wajib dan dapat menghasilkan berkah yang diharapkan dengan memperbanyak makanan. *3.* Orang yang makan sendirian kendatipun makannya banyak, akan tetap merasakan tidak cukup dan lapar berbeda dengan makan secara berjamaah meskipun makanannya sedikit. *4.* Wajib bagi umat Islam untuk selalu berjamaah di dalam setiap situasi, di dalam makan, minum dan memerangi musuh mereka dikarenakan asosiasi akidah dan syariat mereka. Dulu di zaman sahabat makan bareng adalah sunnah yang biasa di lakukan hingga jarang bahkan sama sekali tidak ada yang sakit karena 'ain maupun hasad. Di zaman sekarang begitu banyak orang yang tertimpa 'ain dan hasad karena sunnah makan bareng satu piring hampir tidak pernah dilakukan. Kita makan sendiri-sendiri dan akhirnya kita sangat rentan tertimpa 'ain dan hasad. وصلى الله على سيدنا محمد وآله وصحبه وسلم. والحمد لله رب العالمين. والله واعلم