*Seberapa Pantas Gelar Pahlawan Untuk Syaikhona Kholil Bangkalan?* Ada kwartet ulama yang lahir dalam kurun 10 tahun di awal abad XIX dan memberi corak berbeda bagi perkembangan dunia Islam Nusantara. Syekh Nawawi al-Bantani (1230 H/1813 M ), Syekh Sholeh Darat Assamarani (lahir 1233 H/ 1817 M), Syekh Kholil al-Bangkalani (1239/1820), dan Sayyid Utsman bin Yahya, mufti Batavia (lahir 1328 H/1822). Trio ulama pertama memiliki murid yang rata-rata kelahiran 1860 hingga 1875, seperti Syekh Raden Mukhtar bin Atharid Al-Bughuri, Syekh Hasyim Asy’ari, Syekh Ahmad Dahlan, Syekh Mahfudz Attarmusi, Syekh Baqir al-Jugjawi dan sebagainya. Sedangkan kalangan sadat ‘alawiyyin memiliki sanad keilmuan yang bersambung dengan Sayyid Utsman bin Yahya, mufti Batavia. Masing-masing nama di atas memiliki karya yang bisa kita pelajari hingga hari ini. Mereka rahimahullah juga banyak membina para santri yang di kemudian hari menjadi ulama, serta pejuang kemerdekaan. Hanya saja, di dalam makalah ini, penulis fokus pada bahasan karakteristik pribadi Syaikhona Kholil Bangkalan, sosok yang selama ini lebih kondang cerita keramatnya. Padahal, sebagai seorang waliyullah, Syaikhona memiliki metodologi kaderisasi para santri yang khas, karya yang berjibun, dan teknik penempaan nasionalisme relijius. Itu semua dilakukan terhadap para santrinya, yang membentang bukan saja di Jawa dan Madura, melainkan juga di Tatar Sunda dan Bali. Lantas, seberapa penting memberi gelar pahlawan nasional ini kepada Syaikhona Kholil Bangkalan. Pantaskah? Layakkah? Setidaknya beberapa poin di bawah ini bisa menjawab pertanyaan di atas sekaligus dijadikan pertimbangan berbobot atas anugerah ini. Pertama, posisi Syaikhona Kholil Bangkalan dalam konfigurasi intelektual di Nusantara dan Haramain. Ketika belajar di Makkah, berguru kepada Syekh Utsman ad-Dimyati al-Makki, Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan al-Makki, Syekh Abdul Hamid Asy-Syirwani, Syekh Mustafa Muhammad ‘Afifi, Syekh Abdul Ghani al-Bimawi al-Makki, Syekh Ahmad Khatib As-Sambasi, Syekh Nawawi al-Bantani, dan sebagainya. A Ginanjar Sya’ban, yang intens menelusuri jaringan murid Syaikhona Kholil di Tatar Sunda, menjelaskan apabila guru yang mempengaruhi keilmuannya adalah Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan (w. 1885). Syaikhona Kholil mengaji dalam beberapa tahun. Dari Sayyid Ahmad Zaini Dahlan pula Syaikhona Kholil belajar bahasa Arab, nahwu, ilmu qiraat, tafsir, hadits, ushul fikih dan fikih madzhab Syafi’i. Sayyid Ahmad Zaini Dahlan juga memberikan Syaikhona Kholil kredensi (ijazah) umum atas jalur transmisi keilmuan (riwayah), juga memberikannya izin untuk mengajar. Demikian tulis filolog muda, A Ginanjar Sya’ban dalam salah satu artikelnya yang mengurai jejaring murid Syaikhona Kholil di Tatar Sunda. Bisa dibilang, Syaikhona Kholil menjadi mata rantai terpenting sanad ulama Nusantara, karena di Makkah berguru kepada ulama lintas geografis, lantas setelah pulang mendarmabaktikan ilmunya kepada masyarakat. Tak hanya itu, terdapat dua kepercayaan di kalangan santri pada akhir abad XVIII, bahwa sebelum berangkat ke Haramain untuk menuntut ilmu, mereka terlebih dulu harus ditempa di dua atau salah satu tempat: di Bangkalan, untuk dididik Syaikhona Kholil, dan di Semarang, agar dikokohkan keilmuannya oleh Syekh Sholeh Darat As-Samarani. Dua nama ini menjadi silsilah keilmuan terpenting di pengujung abad XIX dan di awal abad XX. Bahkan, demikian pentingnya posisi Syekh Soleh Darat, Kiai Abdullah bin Abdul Manan Dipomenggolo, ayahanda Syekh Mahfudz Attarmasi, yang sudah tinggal bersama anaknya di Makkah selama beberapa tahun, memilih ‘memulangkan’ Syekh Mahfudz yang masih berusia remaja ke Jawa, memondokkannya di pesantren yang diasuh oleh Syekh Sholeh Darat Assamarani beberapa tahun. Lantas mengembalikan Syekh Mahfudz remaja ke Makkah hingga menjadi ulama besar di kota suci ini. Kedua, Syaikhona Kholil menjadi titik tumpu jaringan keulamaan di wilayah Jawa, Madura, dan komunitas Sunda. Beliau menjadi titik pijak sanad intelektual, ruhaniah, dan perjuangan. Dikenal memang mutabakhir fil ulum, yang ditandai dari karyanya yang lintas disiplin keilmuan dan pengaruhnya di dalam jejaring para santrinya. Di antara muridnya yang menjadi pelanjut gugusan besar keilmuan Islam di Tanah Air, antara lain: Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari (Tebuireng-Jombang), KH A Wahab Chasbullah (Tambakberas-Jombang), KH As’ad Syamsul Arifin (Sukorejo-Situbondo), KH Bisri Syansuri (Denanyar-Jombang), KH Manaf Abdul Karim (Lirboyo-Kediri), KH Ma’shum Ahmad (Lasem-Rembang), KH Muhammad Siddiq (Jember), KH Ihsan bin Dahlan (Jampes-Kediri), KH Hasan Musthafa (Garut), KH Abdullah Sajjad (Guluk-guluk Sumenep), KH Zaini Abdul Mun’im (Paiton-Probolinggo), KH Nawawi Noerhasan (Sidogiri-Pasuruan), KH Abdul Hadi Zahid (Langitan-Tuban), KH Saleh (Lateng-Banyuwangi), KH Abdul Manan (Muncar-Banyuwangi), KH Yasin (Jekulo-Kudus), KH Abdul Hadi bin KH Ahmad Dahlan Tremas (Loloan Timur-Bali) dan sebagainya. Melihat jejak kebesaran Syaikhona Kholil, reputasi para muridnya yang kemudian memiliki santri lagi yang mendirikan pesantren, dan lantas berkembang dalam jejaring santri yang lebih luas, maka sangat logis jika menjuluki Syaikhona Kholil sebagai abul ma’ahid, alias ‘bapak pesantren’. Jika Ki Hadjar Dewantoro dengan jejak kependidikannya dijuluki sebagai ‘bapak pendidikan nasional’, maka sudah sewajarnya jika Syaikhona Kholil dijuluki ‘bapak pesantren’ sebab dalam dirinya bermuara tiga sanad: intelektual, ruhaniah, dan perjuangan. Ketiga, Syaikhona Kholil menjadi salah satu perajut terpenting aspek keilmuan di Jawa, Madura dan Sunda melalui karya-karyanya. Selama ini, dalam kurun hampir seratus tahun, tulisannya belum banyak terdeteksi, sehingga lebih banyak beredar folklore berkaitan dengan karamah. Di sini, ‘nasib’ Syaikhona Kholil mirip Syekh Abdul Qadir al-Jailani, yang melalui manaqib serta cerita tutur yang beredar, lebih tampak keramatnya dibandingkan dengan karya tulisnya. ‘Allamah-nya tertutupi dengan predikat waliyullah-nya. Padahal, reputasi keilmuannya juga moncer. Dalam webinar yang digelar oleh jatim.nu.or.id. pada 3 Maret 2021, Muhaimin menjelaskan apabila total ada 21 karya Syaikhona Kholil. Sebagian sudah diterbitkan, separuhnya lagi masih ditahqiq. Tentu, hal ini merupakan kabar gembira yang ditunggu-tunggu. Dalam catatan Lora Muhammad Ismail Al-Ascholy, cicit Syaikhona Kholil, di antara beberapa karya buyutnya yang sudah ditemukan kembali, antara lain: 1. Risalah Fi Fiqh al-Ibadat (13 Ramadlan 1308 H) 2. Risalah Isti’dad al-Maut (3 Dzulqa’dah 1309 H) 3. Taqrirat Alfiyah Ibni Malik (Dzulqa’dah 1311 H) 4. Taqrirat Mandzumat Nuzhatut Tullab fi Qawa’idil I’rab (1315 H) 5. Nadzam Jauharatul Iyan li Ahlil Irfan (1315 H) 6. Nadzam Maqsud fi As-Sarf (Jumat 5 Muharram 1316 H) 7. Risalah Khutbah (Jumat 19 Ramadlan 1323 H) 8. Matn Al-Ajurumiyyah (makna dan taqrir) 9. Al-Bina’ (makna) 10. Tasrif al-Izzi (makna dan taqrir) 11. Maulid Hubbi lis Sayyidina Muhammad (makna) 12. Maulid Barzanji (makna) 13. Al-Awamil (nahwu/makna) 14. Terjemah al-Qur’an al-Karim (makna Jawa) 15. al-Matn As-Syarif atau Fath al-Latif (1299 h. /1882 m.) Menurut Lora Ismail Ascholy, beberapa manuskrip ini berada pada murid Syaikhona Kholil dan mereka menjadikan kitab tersebut sebagai pusaka berharga. Karena setelah ditulis oleh Syaikhona Kholil, kitab tersebut dihadiahkan dan diberikan kepada murid-muridnya. Kitab-kitab yang sementara ini berhasil dikumpulkan oleh Lajnah Turats Ilmi Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan, yang paling lawas tertulis 1308 h. yaitu ditulis dalam usia 56 tahun, karena Syaikhona Kholil lahir tahun 1252 h., wafat tahun 1343 H. Sedangkan yang paling baru tertulis: 1323 h. alias ketika sudah sangat sepuh, sekitar usia 71 tahun. Ini menunjukkan bahwa, bila dalam usia 56-71 saja beliau masih produktif menulis, lalu seproduktif apa ketika usianya di bawah 56? Luar Biasa! Hingga kini, di antara karya Syaikhona Kholil yang telah diterbitkan ulang adalah al-Matn As-Syarif, As-Silah fi Bayani an-Nikah, Taqrirat Nuzhat Tullab, Isti’dadul Maut, al-Bina’, Taqrirat Matn al-‘Izzi, dan Ratib Syaikhona Kholil. Sedangkan yang masih dalam proses penyalinan ulang adalah Taqrirat Alfiyah Ibni Malik. Bagi saya, yang luar biasa adalah ketika Tim Pengusul Gelar Pahlawan Nasional Bagi Syaikhona Kholil Bangkalan yang dipimpin Muhaimin menemukan coretan slogan hubbul wathan minal iman dalam salah satu manuskrip. Hal ini menunjukkan apabila sejak awal berkiprah di masyarakat, Syaikhona senantiasa menandaskan kecintaannya kepada Tanah Airnya. Belum lagi ketika tim peneliti menemukan korespondensi pemerintah Hindia Belanda kepada Syaikhona Kholil, dan di atas surat tersebut menuliskan doa agar Allah memotong kaki dan tangan Belanda yang telah menjajah Tanah Airnya. Kaderisasi calon ulama pembela Tanah Air ini juga dilakukan oleh Syaikhona Kholil manakala senantiasa menandaskan pesan agar para muridnya yang belajar ke Haramain. Kelak bisa kembali ke Tanah Airnya, mendidik masyarakat, serta menguatkan apa yang kita sebut saat ini sebagai’nasionalisme relijius’: kecintaan terhadap Tanah Air yang dilandasi dengan nilai-nilai keislaman. Tidak mengherankan jika di kemudian hari nyaris semua muridnya yang belajar di Makkah dan Madinah menuruti pesan gurunya untuk kembali ke kampung halaman, dan kelak semuanya terlibat dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Zainul Milal Bizawie, dalam Masterpiece Islam Nusantara: Sanad dan Jejaring Ulama Santri (1830-1945), telah menyusun daftar para santri Syaikhona Kholil yang terlibat dalam jihad fi sabilillah dalam kurun waktu 1945-1949. Pola berjejaring semacam ini telah menunjukkan bahwa persemaian ideologis telah berlangsung selama bertahun-tahun di Bangkalan, lalu diunduh pada waktu yang tepat dengan motivasi jihad fi sabilillah. Tidak berlebihan jika disebut apabila Syaikhona Kholil menjadi bapak ideologis persemaian jihad membela kemerdekaan. Syaikhona menanam, lantas dipanen oleh anak-anak ideologisnya. Tidak mengherankan pula jika tiga muridnya telah bergelar pahlawan nasional: KH M Hasyim Asy’ari, KH A Wahab Chasbullah, dan KH As’ad Syamsul Arifin, atas kontribusinya di dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Jika tiga muridnya saja bisa bergelar pahlawan nasional, lantas apa yang menyebabkan kita keberatan menyematkan sebutan mulia ini pada Syaikhona Kholil? Wallahu a’lam bisshawab Penulis adalah Rektor Inaifas, Kencong, Jermber. Makalah ini didiskusikan dalam sarasehan nasional bertajuk ‘Urgensi Pengusulan Syaikhona Mohammad Kholil sebagai Pahlawan Nasional’ yang digelar di Aula Gedung Sekolah Tinggi Islam (STAI) Syaichona Moh. Cholil Bangkalan, Sabtu 27 Maret 2021).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HIKMAH PERGAULAN :​ Siapa saja yang SERING DUDUK (BERKUMPUL BERTEMAN BERSAHABAT) bersama 8 kelompok manusia, Maka Allah akan memberinya 8 perkara : ١. من جلس مع الأغنياء زاده الله حب الدنيا والرغبة فيها 1. Barangsiapa yang sering duduk bersama ​orang-orang kaya​, Allah akan menambahkan kepadanya ​cinta dunia​ dan semangat untuk mendapatkan dunia. *٢. ومن جلس مع الفقراء زاده الله الشكر والرضا بقسمة الله تعالى* 2. Barangsiapa yang sering duduk bersama ​orang-orang miskin​, Allah akan menambahkan kepadanya ​perasaan syukur & ridha​ atas bembagian Allah. ٣. ومن جلس مع السلطان زاده الله الكبر وقساوة القلب* 3. Barangsiapa yang sering duduk dengan para ​pemimpin/raja (Pejabat)​, Allah akan menambahkan kepadanya perasaan ​sombong dan keras hati.​ ٤. ومن جلس مع النساء زاده الله الجهل والشهوة 4. Barangsiapa yang sering duduk dengan ​perempuan,​ Allah akan menambahkan kepadanya ​kebodohan dan syahwat.​ ٥. ومن جلس مع الصبيان زاده الله اللهو والمزاح 5. Barangsiapa yang sering duduk dengan ​anak muda/anak-anak kecil​, Allah akan menambahkan kepadanya ​lalai dan senda gurau.​ ٦. ومن جلس مع الفساق زاده الله الجرأة على الذنوب والمعاصي والإقدام عليها، والتسويف في التوبة 6. Barangsiapa yg sering duduk dengan ​orang-orang fasik (gemar bermaksiat),​ Allah akan menambahkan kepadanya ​keberanian berbuat dosa dan kemaksiatan, serta semangat untuk berbuat maksiat, kemudian menunda-nunda akan taubat.​ ٧. ومن جلس مع الصالحين زاده الله الرغبة في الطاعات* 7. Barangsiapa yang sering duduk dengan ​orang-orang yang sholeh,​ Allah akan menambahkan kepadanya ​kegemaran dalam amalan-amalan ketaatan.​ ٨. ومن جلس مع العلماء زاده العلم والورع 8. Barangsiapa yang sering duduk dengan ​para ulama',​ Allah akan menambahkan kepadanya ​ilmu dan sikap sangat berhati-hati dalam mengambil harta dunia (Al Imam Al Ghazali dalam Tanbiihul Ghaafilin)​ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ Allahumma Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammad Wa 'Alaa Aali Sayyidina Muhammad.

*۞ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد۞* *AMALAN IJAZAH REZEKI MELIMPAH* *👳‍♂️AL HABIB IDRUS BIN MUHAMMAD ALAYDRUS* *⚘Dunia tempatnya musibah. Dunia tempat ujian. Dunia tempat masalah dan problema. Dan berapa banyak manusia terombang - ambing hatinya karena masalah dunia. Terlebih lagi harta dan sejenisnya⚘.* *⚘Ada amalan agar Allah mempercepat datangnya rezeki kita. Di ijazahkan oleh Habib Abdullah Al Haddad yg mengambil ijazah dari kakek beliau Al Habib Masyhur bin Thoha Al Haddad yg memiliki peran dakwah besar dengan mengislamkan satu juta orang bahkan lebih di benua Afrika pada zamannya.⚘* Bagaimana caranya? Yaitu dengan membaca sholawat dan istighfar dengan bacaan berikut. أللّٰـهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحّمَّد النَّـبِىِّ اْلأُمِّىِّ وَعَلٰى اٰلِهِ و صَحبِهِ وَسَلَّمْ. أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيم وَأَتُوبُ إِلَيْهِ Allaahumma sholli 'alaa sayyidina Muhammad annabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihi washohbihi wasallam. Astaghfirullaahal 'adziim wa atuubu ilaih. Dibaca sebanyak banyaknya. Insya Allah memepercepat datangnya Rezeki. Aamiin.. Jangan lupa diamalkan ya, rahasianya ijazah adalah pengamalannya. 🕌🌴

*_KAMU HANYA PUNYA SATU KEHIDUPAN JADI CIPTAKANLAH KENANGAN INDAH_* _Ketahuilah, kita tidak akan pernah baik dalam cerita orang lain, karena saat baikpun terkadang masih saja dibicarakan_ _Dan tanggung jawabmu adalah tentang kebahagiaanmu, bukan menyenangkan hati semua orang, bahkan jika mereka meninggalkanmu, itu karena Allah akan mendatangkan orang-orang yang baik untuk bersamamu_ _Hidupmu adalah apa yang dibuat oleh pikiranmu, dapat mengenali sikap orang lain itu cerdas, tapi dapat mengenal diri sendiri itu adalah bijaksana, bahkan menguasai orang lain akan membuatmu terlihat kuat, tapi menguasai diri sendiri adalah kuat yang sebenarnya_ _"Jalanilah kehidupan didunia ini tanpa membiarkan dunia didalam dirimu, karena ketika ketika perahu berada di atas air, ia mampu berlayar dengan sempurna, tetapi ketika air masuk kedalamnya maka perahu itu tenggelam.."_ *[ Ali Bin Abi Thalib ]* ❁ *جزى الله عنا سيدنا محمدا صلى الله عليه و سلم ما هو اهله* ❁