MAKANAN HALAL... BISA MEMBUAT BAROKAH, HINGGA KEPADA KETURUNANNYA. Abdullah ibn Al Mubarak suatu hari berkata : "Aku akan mengerjakan perbuatan yang akan membuatku Mulia". Ia lalu menuntut Ilmu hingga menjadi seorang yang 'Alim. Waktu ia memasuki kota Madinah, masyarakat berbondong-bondong menyambutnya hingga hampir-hampir saja mereka saling bunuh membunuh karena berdesak-desakan. Ibu suri raja yang kebetulan menyaksikan kejadian itu bertanya: "Siapakah orang yang datang ke kota kita ini?". "Ia adalah salah seorang 'Ulama Islam," jawab pelayannya. Ia kemudian berkata kepada anaknya : "Perhatikanlah nak, bagaimana masyarakat berbondong-bondong mendatanginya...Tidak seperti kamu, kamu jika menginginkan sesuatu harus memerintah seseorang dulu untuk melakukannya". "Tetapi, lihatlah orang itu...Mereka mendatanginya dengan sukarela". Abdullah ibn Al Mubarak sesungguhnya adalah anak seorang budak berkulit hitam bernama Mubarak. Budak ini betisnya kecil, bibirnya tebal dan telapak kakinya pecah-pecah. Walaupun demikian, ia adalah seorang yang sangat wara`. Kewara'annya ini akhirnya membuahkan anak yang Sholeh. Dahulu Mubarak bekerja sebagai penjaga kebun. Suatu hari tuannya datang ke kebun dan berkata : "Mubarak, petikkan aku anggur yang manis". Mubarak pergi sebentar lalu kembali membawa anggur dan menyerahkannya kepada tuannya. Setelah makan anggur itu, tuannya berkata lagi : "Mubarak, anggur ini asam rasanya, tolong carikan yang manis". Mubarak lalu pergi dan kembali dengan anggur lain dan anggur itu dimakan oleh tuannya lagi. Untuk yang kedua kalinya tuannya berkata dengan nada kesal : "Bagaimana kamu ini, aku suruh petik anggur yang manis, tapi lagi-lagi kamu memberiku anggur masam...Padahal kamu telah dua tahun bekerja dan tinggal di kebun ini!". Akhirnya Mubarak berkata : "Tuanku, aku tidak bisa membedakan anggur yang manis dengan yang masam, karena tuan mempekerjakan aku di kebun ini hanya sebagai penjaga". "Sejak tinggal disini aku belum pernah merasakan sebutir anggur pun...Bagaimana mungkin aku dapat membedakan mana yang manis dan mana yang masam?". Tuannya tertegun mendengar jawaban Mubarak. Ia seakan-akan memikirkan sesuatu. Kemudian pulanglah ia ke rumah. Pemilik kebun itu memiliki seorang anak gadis. Banyak pedagang kaya telah melamar anak gadisnya, tapi semuanya ditolak. Sesampainya dirumah, ia berkata kepada istrinya : "Aku telah menemukan calon suami anak kita". Istrinya bertanya : "Siapa dia?". Suaminya menjawab : "Mubarak, budak yang menjaga kebun kita". Mendengar jawaban suaminya, maka istrinya marah dan berkata: "Bagaimana kamu ini...?! Masa puteri kita hendak kamu nikahkan dengan seorang budak hitam...Kalau pun kita rela, belum tentu anak kita mau menikah dengan budak itu!". "Coba saja sampaikan maksudku ini kepadanya...Aku sangat mengagumi Akhlak nya dan aku lihat Mubarak sangat Wara' dan takut kepada Allah Swt". Kemudian sang istri pergi menemui anak gadisnya : "Ayahmu akan menikahkanmu dengan seorang budak kita yang bernama Mubarak! Ibu datang untuk meminta persetujuanmu." Sang anak pun berkata : "Ibu, jika kalian berdua telah Ridha, maka akupun setuju. Siapakah yang mampu memperhatikanku lebih tulus daripada kedua orang tuaku? Lalu mengapa aku harus tidak setuju?". Sang ayah yang kaya raya itu kemudian menikahkan anak gadisnya dengan Mubarak. Dari pernikahan ini, lahirlah Abdullah bin Mubarak, seorang Ulama yang Wara'. Subhanallah...Inilah dampak makanan halal, yang pasti bisa membuat kehidupannya Barokah, hingga kepada keturunannya. Jangan berpikir bahwa orang yang baik itu mesti orang yang tampan dan yang berpakaian mewah, akan tetapi orang yang baik adalah orang yang bisa menjauhi maksiat, Beramal Sholeh dan menuntut Ilmu dengan penuh Adab, karena Ilmu akan menuntun pemiliknya mencapai Kemuliaan. Allahumma Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammad Wa 'Alaa Aali Sayyidina Muhammad.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

. --- SYAIR IMAM SYAFI'I --- وَرِزْقُكَ لَيْسَ يُنْقِصُهُ التَأَنِّي* وليسَ يزيدُ في الرزقِ العناءُ وَلاَ حُزْنٌ يَدُومُ وَلاَ سُرورٌ*ولاَ بؤسٌ عَلَيْكَ وَلاَ رَخَاءُ إذَا مَا كُنْتَ ذَا قَلْبٍ قَنُوْعٍ* فَأَنْتَ وَمَالِكُ الدُّنْيَا سَوَاءُ "Rezekimu tidaklah berkurang lantaran gerak lambat. Tidak pula bertambah lantaran banting tulang. Tak ada kesedihan dan kebahagiaan yang kekal. Demikian pula sengsara dan lapang. Jika engkau memiliki hati qanaah, engkau setara dengan raja dunia.” Kerelaan menerima adalah kuncinya. Semua rezeki makhluk sudah dikadar oleh Allah ta’ala. Jangankan manusia yang memiliki keistimewaan dibandingkan makhluk lainnya, binatang dan tumbuhan pun selalu dicukupi-Nya. Padahal mereka tak punya lumbung makanan, tak punya simpanan rezeki, atau kepastian pada esok hari. Mereka hanya menjalani hidup dengan kerelaan. Demikianlah yang seharusnya dilakukan manusia; qana'ah menerima setelah berusaha. Tak perlu resah-gelisah, karena hal itu justru akan menjadikan jiwa kita semakin tak menentu. Sekali lagi, bersikaplah qana'ah, karena ia menjadikan kita tenteram dalam menjalani kehidupan. Qana'ah menjadikan pikiran jernih dalam menyikapi permasalahan. Qana'ah pula yang menjadikan kita dipenuhi dengan perasaan lapang. *Rela menerima pemberian Allah dan berserah diri kepada-Nya, niscaya derajat kita akan setara dengan raja dunia. Bahkan lebih baik di sisi-Nya.* __kitab: ihya'ulumiddin.

Ibrahim bin Adham lewat di depan seseorang yang sedang bersusah hati.. Ibrahim bin Adham: Aku tanyakan padamu tiga pertanyaan, Jawablah! Ia menjawab: Ya Ibrahim bin Adham: Apakah ada sesuatu yang terjadi di alam ini di luar kehendak Allah? Ia menjawab: Tidak ada Ibrahim bin Adham: Apakah mungkin rezekimu yang telah ditetapkan Allah untukmu bisa berkurang? Ia menjawab: Tidak Ibrahim bin Adham: Apakah mungkin ajalmu yang telah ditetapkan Allah untukmu bisa berkurang? Ia menjawab: Tidak Ibrahim bin Adham: Lantas, mengapa engkau bersedih dan susah hati?! إن حجب الله عنك شيئًا تحبه فلا تحزن ولا تيأس .. فإن عطاءه رحمة ، ومنعه حكمة.. والخير قادم بإذنه. اللهم ارزقنا صبرًا يصاحبه حسن ظن بك يا الله Jika Allah menghalangi suatu yang kamu sukai, maka jangan bersedih dan putus asa. Karena pemberian-Nya adalah kasih sayang, larangan-Nya adalah hikmah, dan kebaikan akan datang dengan izin-Nya Ya Allah, berikan kami karunia berupa kesabaran yang membawa husnuzan pada-Mu ya Allah

HIKMAH PERGAULAN :​ Siapa saja yang SERING DUDUK (BERKUMPUL BERTEMAN BERSAHABAT) bersama 8 kelompok manusia, Maka Allah akan memberinya 8 perkara : ١. من جلس مع الأغنياء زاده الله حب الدنيا والرغبة فيها 1. Barangsiapa yang sering duduk bersama ​orang-orang kaya​, Allah akan menambahkan kepadanya ​cinta dunia​ dan semangat untuk mendapatkan dunia. *٢. ومن جلس مع الفقراء زاده الله الشكر والرضا بقسمة الله تعالى* 2. Barangsiapa yang sering duduk bersama ​orang-orang miskin​, Allah akan menambahkan kepadanya ​perasaan syukur & ridha​ atas bembagian Allah. ٣. ومن جلس مع السلطان زاده الله الكبر وقساوة القلب* 3. Barangsiapa yang sering duduk dengan para ​pemimpin/raja (Pejabat)​, Allah akan menambahkan kepadanya perasaan ​sombong dan keras hati.​ ٤. ومن جلس مع النساء زاده الله الجهل والشهوة 4. Barangsiapa yang sering duduk dengan ​perempuan,​ Allah akan menambahkan kepadanya ​kebodohan dan syahwat.​ ٥. ومن جلس مع الصبيان زاده الله اللهو والمزاح 5. Barangsiapa yang sering duduk dengan ​anak muda/anak-anak kecil​, Allah akan menambahkan kepadanya ​lalai dan senda gurau.​ ٦. ومن جلس مع الفساق زاده الله الجرأة على الذنوب والمعاصي والإقدام عليها، والتسويف في التوبة 6. Barangsiapa yg sering duduk dengan ​orang-orang fasik (gemar bermaksiat),​ Allah akan menambahkan kepadanya ​keberanian berbuat dosa dan kemaksiatan, serta semangat untuk berbuat maksiat, kemudian menunda-nunda akan taubat.​ ٧. ومن جلس مع الصالحين زاده الله الرغبة في الطاعات* 7. Barangsiapa yang sering duduk dengan ​orang-orang yang sholeh,​ Allah akan menambahkan kepadanya ​kegemaran dalam amalan-amalan ketaatan.​ ٨. ومن جلس مع العلماء زاده العلم والورع 8. Barangsiapa yang sering duduk dengan ​para ulama',​ Allah akan menambahkan kepadanya ​ilmu dan sikap sangat berhati-hati dalam mengambil harta dunia (Al Imam Al Ghazali dalam Tanbiihul Ghaafilin)​ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ Allahumma Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammad Wa 'Alaa Aali Sayyidina Muhammad.