*_๐ŸŒบ๐Ÿ•Š️ADAB TERHADAP HEWAN SEMBELIHAN_* ุจِุณْู…ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠู…ِ ```Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,``` ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูƒَุชَุจَ ุงู„ْุฅِุญْุณَุงู†َ ุนَู„َู‰ ูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ، ูَุฅِุฐَุง ู‚َุชَู„ْุชُู…ْ ูَุฃَุญْุณِู†ُูˆุง ุงู„ْู‚ِุชْู„َุฉَ، ูˆَุฅِุฐَุง ุฐَุจَุญْุชُู…ْ ูَุฃَุญْุณِู†ُูˆุง ุงู„ุฐَّุจْุญَ، ูˆَู„ْูŠُุญِุฏَّ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ุดَูْุฑَุชَู‡ُ، ูَู„ْูŠُุฑِุญْ ุฐَุจِูŠุญَุชَู‡ُ ```"Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat yang terbaik dalam segala sesuatu, maka apabila kamu membunuh, bunuhlah dengan cara yang terbaik, apabila kamu menyembelih, sembelihlah dengan cara yang terbaik, hendaklah setiap kalian menajamkan pisaunya dan membuat nyaman hewan sembelihannya." [HR. Muslim dari Syaddad bin Aus radhiyallahu'anhu] Sahabat yang Mulia Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma berkata,``` ู…َุฑَّ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุนَู„َู‰ ุฑَุฌُู„ٍ ูˆَุงุถِุนٍ ุฑِุฌْู„َู‡ُ ุนَู„َู‰ ุตَูْุญَุฉِ ุดَุงุฉٍ، ูˆَู‡ُูˆَ ูŠَุญُุฏُّ ุดَูْุฑَุชَู‡ُ، ูˆَู‡ِูŠَ ุชَู„ْุญَุธُ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ุจِุจَุตุฑِู‡ุง، ู‚َุงู„َ:ุฃَูَู„ุง ู‚َุจْู„َ ู‡َุฐَุง، ุฃَูˆَ ุชُุฑِูŠุฏُ ุฃَู†ْ ุชُู…ِูŠุชَู‡َุง ู…َูˆْุชَุชَูŠู†ِ ```“Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam melewati seseorang yang meletakkan kakinya di atas badan samping seekor kambing sambil menajamkan pisaunya, sedang kambing itu melihat ke arah pisau, maka beliau bersabda: Mengapakah engkau tidak menajamkan pisau sebelum melakukan ini, apakah engkau ingin mematikannya dua kali?!” ``` *[HR. Ath-Thabarani dalam Al-Kabir dan Al-Ausath, Ash-Shahihah: 24, Shahihut Targhib: 1090]* ```Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata,``` ูˆูŠุณุชุญุจ ุฃู† ู„ุง ูŠุญุฏ ุงู„ุณูƒูŠู† ุจุญุถุฑุฉ ุงู„ุฐุจูŠุญุฉ ูˆุฃู† ู„ุง ูŠุฐุจุญ ูˆุงุญุฏุฉ ุจุญุถุฑุฉ ุฃุฎุฑู‰ ูˆู„ุง ูŠุฌุฑู‡ุง ุฅู„ู‰ ู…ุฐุจุญู‡ุง ```“Dan dianjurkan untuk tidak menajamkan pisau di hadapan hewan sembelihan, tidak boleh pula menyembelih seekor hewan di depan yang lainnya, dan tidak boleh menyeretnya ke tempat pemyembelihannya di depan yang lainnya.”``` *[Syarhu Muslim 13/113]* BEBERAPA PELAJARAN: ```1. Kewajiban berbuat baik kepada hewan sembelihan dan membuatnya nyaman sebelum disembelih. 2. Tidak boleh menajamkan pisau di hadapan hewan sembelihan. 3. Tidak boleh menyembelih atau menyeret seekor hewan ke tempat penyembelihan dan disaksikan oleh hewan yang lain. 4. Sifat kasih sayang Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang sangat besar, demikianlah yang harus diteladani oleh umat beliau. 5. Keistimewaan dan kesempurnaan ajaran Islam serta ketinggian dan keluhuran akhlak yang dianjurkan dalam Islam.``` ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู… ู…َู†ْ ุฏَู„َّ ุนَู„َู‰ ุฎَูŠْุฑٍ ูَู„َู‡ُ ู…ِุซْู„ُ ุฃَุฌْุฑِ ูَุงุนِู„ِู‡ِ ```“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” ``` *[HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]* *_Semoga bermanfaat_*

Komentar

Postingan populer dari blog ini

*Ngaji Matn Aby Syuja' (Matn al Ghoyah wa at Taqrib) Udlhiyyah 6-Terakhir* ู‚ุงู„ ุงู„ู…ุคู„ู ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ ูˆู„ุง ูŠุฃูƒู„ ุงู„ู…ุถุญู‰ ุดูŠุฆุงً ู…ู† ุงู„ุฃุถุญูŠุฉ ุงู„ู…ู†ุฐูˆุฑุฉ ูˆูŠุฃูƒู„ ู…ู† ุงู„ุฃุถุญูŠุฉ ุงู„ู…ุชุทูˆِุน ุจู‡ุง ูˆู„ุง ูŠุจูŠุนُ ู…ู† ุงู„ุฃุถุญูŠุฉ ูˆูŠุทุนู… ุงู„ูู‚ุฑุงุก ูˆุงู„ู…ุณุงูƒูŠู† "Orang yang berqurban tidak boleh memakan sedikitpun dari hewan qurban yang dinadzarkan, dan boleh memakan dari hewan qurban yang disunnahkan, tidak boleh menjual bagian dari hewan qurban dan memberikan makan pada orang-orang fakir dan miskin". *Penjelasan* ๐Ÿ’– Selanjutnya al Muallif menjelaskan tentang distribusi daging qurban. 1️⃣ Apabila hewan qurbannya dinadzarkan maka haram bagi orang yang berqurban dan orang yang wajib dia beri nafkah untuk memakan dagingnya, meski hanya sedikit. 2️⃣ Untuk qurban sunnah, diperbolehkan bagi orang yang berqurban untuk memakannya. ๐Ÿ‘‰ Bahkan disunnahkan untuk memakan sebagian dari daging qurban tersebut untuk mengikuti sunnah Nabi. ๐Ÿ’– Diharamkan bagi seseorang menjual sesuatu dari hewan qurbannya, baik qurban yang dinadzarkan ataupun tidak dinadzarkan. ๐Ÿ‘‰ Termasuk yang tidak boleh dijual adalah kulitnya. ๐Ÿ‘‰ Boleh bagi orang yang berqurban memanfaatkan kulit hewan qurban yang tidak dinadzarkan. Namun yang lebih utama dia menshodaqohkannya dan tidak boleh menjualnya. ๐Ÿ‘‰ Tidak boleh memberikannya sebagai upah orang yang menyembelihnya, karena Nabi melarang para sahabat untuk memberi sesuatu dari qurbannya sebagai upah pada orang yang menyembelih. ๐Ÿ‘‰ Upah orang yang menyembelih diambil dari orang yang berqurban. ๐Ÿ‘‰ Daging qurban disyaratkan dalam pembagiannya berupa daging yang masih mentah, berbeda dengan ‘Aqiqah. ๐Ÿ‘‰ Jika qurban adalah qurban sunnah (tathawwu’), maka daging qurban dapat di bagi tiga bagian yaitu: 1⃣ 1/3 dari daging qurban tersebut adalah untuk orang yang berqurban, namun yang lebih utama bagi orang yang berqurban adalah mensedekahkan semuanya kecuali beberapa suap untuk ber-tabarruk dengan daging qurban. 2⃣1/3 dari daging qurban untuk dihadiahkan kepada kaum muslimin yang kaya dalam bentuk ith’am (pemberian makan) bukan tamlik (memberikan hak kepemilikan) ๐Ÿ‘‰ Sehingga bagi si kaya tersebut tidak diperbolehkan untuk menjual atau menghibahkannya. Berbeda dengan faqir miskin, yang pemberiannya berbentuk tamlik sehingga boleh baginya menjual atau yang lainnya. 3⃣1/3 dari daging qurban disimpan dan di sedekahkan kepada fuqara` dan masakin dari kaum muslimin. ๐Ÿ‘‰ Pembagian daging qurban sunnah terdapat tiga cara yang utama dengan urutan seperti berikut: 1⃣Lebih utama orang yang berqurban mengambil sesuap untuk dimakan, dan seluruh sisa dagingnya disedekahkan. 2⃣ Orang yang berqurban mengambil satu pertiga daripada jumlah daging, satu pertiga lagi disedekahkan kepada fakir miskin dan satu pertiga lagi dihadiahkan kepada orang yang mampu. ๐Ÿ‘‰ Apabila daging dimasak dan dipanggilkan orang-orang faqir maka itu tidak mencukupi. ๐Ÿ‘‰ Apabila orang fakir diberi selain daging misalnya diberi kulit, sama sekali tidak diberi daging maka itu tidak mencukupi. ๐Ÿ‘‰ Orang fakir yang bisa menerima daging qurban adalah orang fakir yang muslim. ๐Ÿ‘‰ Tidak boleh seseorang berqurban untuk orang lain tanpa dengan izin orang lain tersebut. ูˆุงู„ู„ู‡ ุงุนู„ู… ุจุงู„ุตูˆุงุจ

*IJAZAH AGAR CERDAS, KUAT, INGATAN, MUDAH MENGHAFAL* (Ijazah dari Beliau yang asli hanya surah Al a'la) Kadang suatu ilmu sudah nempel dibenak kita,atau seorang anak susah menghafal, sebentar-sebentar lupa.maka selain di berbagi giat belajar, #AlHabib Ali Al-Habsyi Shohibul Maulid (simthudduror) mengajarkan: Yaitu meletakkan tangan kanan diatas kepala setiap kali selesai sholat sambil membaca ayat Al A'la (sabbihisma) dari awal dan ketika sampai pada ayat: "SANUQRIUKA FALA TANSAA" (Diulang 7 kali dan lanjut hingga selesai surah) Maka insyaallah akan memiliki kemampuan mudah menyerap ilmu, gampang menghafal dan kita atau anak kita menjadi cerdas. AAMIIN YA ALLAH YA ROBBAL'ALAMIIN

*PADA SATU TITIK* Oleh: LACING-POGAG_ Pada satu waktu, kami berkumpul bersama ustaz Nafis, guru ngaji kami. Di awal pembicaraan ada kebiasaan yang saya ingat. Beliau selalu menyampaikan doa agar kita dan keluarga dijaga kesehatannya, dilapangkan rezekinya, serta dikuatkan dalam setiap melewati ujian kehidupan . Ustaz saya mengawali cerita dengan membawakan ilustrasi sederhana, namun sangat mengena di hati kami. Apa itu? Beliau mengatakan waktu di majelis itu sebuah kalimat yang membuat saya cukup sangat merenung. Suatu saat pada satu titik, apa yang harta yang sudah susah payah kita kumpulkan hingga hari ini tidak akan kita bawa setelah kita tiada bahkan tak bisa dititipkan. Anak istri yang kita cintai akan kita tinggalkan. Sahabat yang kini sering berkumpul dengan kita, secara bertahap akan segera melupakan. Tinggal satu yang kita bawa. Itulah amal kebaikan. Bisa berupa amal jariah, doa anak sholeh atau ilmu yang bermanfaat yang telah kita sebarkan. Pertanyaannya, sejauh mana dan sebanyak apa amal kebaikan itu sudah kita persiapkan? Sungguh kesempatan beramal itu hanya saat ini. Saat kita masih di dunia. Saat malaikat maut belum mendatangi kita. Maka beruntunglah seseorang yang meninggal dikala sedang beribadah. Di kala dia sedang mengerjakan amal-amal saleh secara berlimpah. Jika maut tidak pernah kita temukan jadwal kedatangannya. Sudah selayaknya kita mempersiapkan setiap saat . Melakukan perintah, meninggalkan maksiat. Total ibadah tanpa syarat. Tanpa mengeluarkan alasan tapi ataupun nanti. Maka, tak layak bagi kita. Masih bersantai ria dalam hura-hura dan panjang angan-angan. Seolah umur masih panjang, hingga masih enjoy sibuk dengan segala aneka kesenangan yang memperdayakan. Semoga Allah jadikan sisa umur kita mampu meninggalkan banyak amal kebaikan. Hingga Allah ridho dan izinkan kita memasuki surgaNya sebagai balasan. Dari setiap amal kebaikan yang sudah kita tunaikan. Sembari membaca tulisan di atas, mari meresapi untaian lirik lagu saudara Opick dengan judul *“Bila Waktu Tlah Berakhir”* Bagaimana kau merasa bangga Akan dunia yang sementara? Bagaimanakah bila semua Hilang dan pergi meninggalkan dirimu? Bagaimanakah bila saatnya Waktu terhenti tak kau sadari? Masihkah ada jalan bagimu Untuk kembali mengulang ke masa lalu? Dunia dipenuhi dengan hiasan Semua dan segala yang ada Akan kembali pada-Nya Bila waktu telah memanggil Teman sejati hanyalah amal Bila waktu telah terhenti Teman sejati tinggallah sepi...